Selamat Ulang Tahun, Nak
Topic: Kerinduan
BINGKISAN HIDUPKU UNTUKMU, ANAKKU*
Pojok kesunyian, 6 Oktober 2004
Buah hatiku...
Kini usiamu menanjak 3 tahun...
Selamat atas pertambahan usia bagimu, sayang
Biarkan gelak tawamu mewarnai dunia
Biarkan mimpimu menjadi hiasan tidurku
Anakku,...
Bagaimana kuungkapkan rasa sukacita akan kehadiranmu, dulu
Engkau...bagai mutiara, yang indahkan pandanganku
Engkau...pangeran kecilku yang akan melindungi ibumu kelak
Berjanjilah sayang tidak akan menyia-nyiakannya
Belahan jiwa ayah...
Bagaimana wajahmu kini , setelah perpisahan itu...
Tetapkah elok berseri , seperti rembulan yang terangi hati kami
Ataukah tetap seperti bintang kejora yang indahkan malam
Anakku, tetaplah menjadi pelita...pembawa terang dan kebahagiaan kami
Darah daging ayah...
Masihkah kau ingat sapaanku, dulu nak!
Masihkah kau ingat pelukanku yang melindungimu
Dan masihkah kau dengan langkah-langkah kecilmu
Berlari menghampiriku....
Anakku...,anakku...
Perih rasanya hati ini mengeja namamu
Tangisanmu nak, ketakberdayaanmu,...
Tak mampu kurangkul kini
Kita berjeda, namun tak pupuskan rinduku
Aku memimpikan pertemuan denganmu
Pertemuan yang senantiasa menjadi nyawa dalam hidupku
Anak ayah yang sholeh,...
Kelak, jika kita dipertemukan
Engkau mungkin telah dewasa
Telah memahami kenapa aku tidak bisa menjadi ayah yang baik bagimu
Ayah akan memohonkan ampun atas ketakpedulian ayah
Melihatmu tumbuh, dan mengajarkanmu nilai-nilai kebaikan
Ayah hanya menitipkan semuanya pada ibumu...
Ibumu yang akan mengajarkanmu mencintai kehidupan
Sayang,
Mungkin kita akan bercerita sebagai sahabat
Bukan sebagai ayah kepada anaknya
Atau mungkin bila masa itu akan datang lebih cepat lagi
Aku masih bisa menemanimu main kelereng atau mengejar layang-layang
Kita akan menjadi tim yang bagus
Mengalahkan mereka yang mengajak kita taruhan...
Ah...sayang
Aku tak perlu ragu, engkau akan tumbuh menjadi pilar bagi kehidupan
Karena di darahmu mengalir darahku
Darah yang senantiasa bergejolak akan semua ketakadilan di muka bumi ini
Yang dengan bangga kuwariskan padamu,
Anakku...
Sejauh apapun langkah ayah meninggalkanmu
Tidak dengan hati ayah
Cinta ayah
Rindu ayah
Semuanya, telah kusimpan tepat dihatimu
Yakinlah, nak dia tak akan melangkah meninggalkanmu
Anakku,...
Pernahkah kau merasakan hatimu
Bergetar menyerukan rindu yang perih?
Seperti yang sering ayah rasakan?
Ayah, kerap terbangun karena rindu yang merobek-robek hati
Sekilas sayup-sayup kudengar tangismu, nak
Merobek pekatnya malam, mengiris sepinya rindu
Sekejap kulihat gerak tanganmu yang berusaha menggapaiku,
Tangan-tangan mungilmu yang selalu mengacung ke udara.
Atau bibir mungilmu yang memanggilku...
"Ayah....."
Anakku,...
Ketika kau lahir dulu
Ayah begitu panik, tak mampu sembunyikan bahagia
Tangisan keras yang menandai kehadiranmu,
Seakan seruan kepada dunia
Bahwa kau siap menghadapi hidupmu
Anakku,
Jangan salahkan takdirmu
Jika kehidupanmu menjadi timpang tanpa aku,
Serukan ketegaranmu,nak!
Seperti kerasnya tangisan pertamamu dulu...
Ayah akan selalu melingkarimu dengan doa
Dengan harapan...dari titik sepi
Dimana ayah berpijak kini
Maafkan ayah tak memiliki bingkisan indah untukmu di hari istimewamu ini
Kecuali bahwa telah kubingkiskan hidupku untukmu...,anakku
Selamat Ulang Tahun, permata hati..ayah
Selamat Ulang Tahun, bocah kecil ayah
Selamat Ulang Tahun, lelaki tegar ayah
Hidupmu kutitipkan pada keridhaan-Nya
Dia akan menjagamu,seperti Dia menjaga ayah dan ibumu...
Anakku,...
Harapan ayah, semoga dipertumbuhan usiamu yang berikutnya
Ayah bisa datang dan merengkuhmu erat...
Ayyub,...
Ayah kangen, nak!







Posted by abu-ayyub
at 7:47 AM EDT
Updated: Friday, 15 October 2004 9:16 AM EDT